welcome


Sabtu, 31 Maret 2012

You'll never enjoy your life,
living inside the box
You're so afraid of taking chances,
how you gonna reach the top?

Rules and regulations,
force you to play it safe
Get rid of all the hesitation,
it's time for you to seize the day

Instead of just sitting around
and looking down on tomorrow
You gotta let your feet off the ground,
the time is now

I'm waiting, waiting, just waiting,
I'm waiting, waiting outside the lines
Waiting outside the lines
Waiting outside the lines

Try to have no regrets
even if it's just tonight
How you gonna walk ahead
if you keep living blind

Stuck in that same position,
you deserve so much more
lyricsalls.blogspot.com
There's a whole world around us,
just waiting to be explored

Instead of just sitting around
and looking down on tomorrow
You gotta let your feet off the ground,
the time is now, just let it go

Don't wanna have to force you to smile
I'm here to help you notice the rainbow
Cause I know,
What's in you is out there

I'm waiting, waiting, just waiting,
I'm waiting, waiting outside the lines
Waiting outside the lines
Waiting outside the lines

I'm trying to be patient (I'm trying to be patient)
the first step is the hardest (the hardest)
I know you can make it,
go ahead and take it

I'm Waiting, waiting, just waiting I'm waiting
I'm waiting, waiting, just waiting
I'm waiting, waiting outside the lines
Waiting outside the lines
Waiting outside the lines

You'll never enjoy your life
Living inside the box
You're so afraid of taking chances,
How you gonna reach the top?

Sabtu, 24 Maret 2012

uhuy-uhuy

Aseg...Aseg..jalan-jalan regggggzzzz....
Turun..Turun dari pucak gunung asik...asikk...sekali..
Uhuy...

Girls' Generation

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Girls' Generation

Girls' Generation menghadiri sebuah acara amal pada bulan September 2011.
Latar belakang
Alias SNSD
So Nyeo Shi Dae (소녀시대, 少女時代)
SoShi (소시, 少時)
Asal Bendera Korea Selatan Seoul, Korea Selatan
Genre K-pop
Tahun aktif 2007–sekarang
Label SM Entertainment
Nayutawave (Jepang)
Interscope (Amerika Serikat)
Polydor (Prancis)
Artis terkait SM Town
Situs web Situs resmi
Situs resmi Jepang
Situs resmi Amerika Serikat
Situs resmi Prancis
Anggota
Taeyeon
Jessica
Sunny
Tiffany
Hyoyeon
Yuri
Sooyoung
Yoona
Seohyun
Nama Korea
Hangeul 소녀시대
Hanja 少女時代
Alih Aksara yang Disempurnakan Sonyeo Shidae
McCune–Reischauer Sonyŏ Shidae
Girls' Generation adalah grup penyanyi perempuan asal Korea Selatan yang dibentuk oleh SM Entertainment pada tahun 2007. Mereka terdiri dari sembilan anggota: Taeyeon, Jessica, Sunny, Tiffany, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, Yoona, dan Seohyun.
Penggemar sering menyebut mereka sebagai SNSD, singkatan dari nama grup ini dalam bahasa Korea, "So Nyeo Shi Dae". Klub penggemar resmi Girls' Generation bernama S♡NE (소원) yang diambil dari judul lagu dalam album pertama mereka.
Grup ini sudah merilis tiga album studio dan tiga album mini di Korea, satu album studio di Jepang serta berbagai macam singel. Singel hits mereka pada tahun 2009, "Gee" menduduki posisi no. 1 di tangga lagu program musik Music Bank di KBS selama sembilan minggu berturut-turut, menjadikannya pemegang rekor sebagai lagu yang paling lama berada di posisi no. 1 tangga lagu tersebut.[1] Mereka juga memenangi berbagai macam penghargaan pada tahun 2009 dan 2010, termasuk penghargaan Artis of The Year (Daesang) di Seoul Music Awards, Golden Disk Awards, Melon Music Awards, dan Korean Cultural Entertainment Awards.
Girls' Generation memulai debutnya di kancah musik Jepang pada tahun 2010 di bawah naungan label Nayutawave Records, bagian dari Universal Music, dengan merilis versi bahasa Jepang dari lagu hits mereka "Tell Me Your Wish (Genie)" dan "Gee".[2]
KARIER
Pembentukan Girls' Generation diumumkan pada 16 Juli 2007. Pada awalnya, mereka diberi nama Super Girl, versi wanita dari Super Junior[3], disertai pengumuman resmi profil masing-masing anggota. Sebelum menjadi anggota Girls' Generation, mereka sudah dilatih sebagai penari dan penyanyi profesional. Sebagian di antaranya sudah dilatih di bidang akting dan modeling, serta berpengalaman menjadi model iklan di televisi dan majalah.

[sunting] Singel dan album pertama: 2007-2008

Acara M! Countdown di M.Net 18 Juli 2007 menjadi tempat penampilan pertama Girl's Generation. Mereka membawakan lagu "다시 만난 세계 (Into the New World)" yang dirilis sebagai singel pertama Girl's Generation, Agustus 2007. Singel tersebut juga berisi dua lagu lain, "Beginning" dan "Perfect For You (소원)", serta versi instrumental "?다시 만난 세계 (Into the New World)". Judul lagu "Perfect For You" nantinya berganti judul sebagai "Honey" dalam album perdana mereka, Girls' Generation. Singel "Into the New World" diikuti kegiatan promosi. Mereka tampil dalam acara Popular Songs di SBS, Show! Music Core di MBC, dan Music Bank di KBS.
Album perdana 소녀시대 (Girls' Generation) dirilis akhir musim gugur 2007 dengan lagu andalan berjudul sama. Ketika dibawakan Lee Seung Chul, lagu "Girls' Generation" sukses sebagai lagu hit, tapi ketika dibawakan mereka, album ini hanya terjual sejumlah 121.143 kopi.[4] Pada awal tahun 2008, Girls' Generation mulai mempromosikan singel kedua, "Kissing You" dengan Donghae dari Super Junior sebagai bintang tamu.
Pada Maret 2008, album Girls' Generation dirilis kembali dengan judul berbeda, Baby Baby, dan dirilis singel "Baby Baby" dari album tersebut. Sementara itu, sebuah album EP digital, Roommate dari Jessica, Tiffany, dan Seohyun dirilis bulan April 2008. Setelah itu, Girls' Generation ikut serta dalam konser SMTown Live '08 bersama rekan-rekan dari SM Entertainment, BoA, TVXQ, Super Junior, CSJH the Grace, Zhang Liyin, dan SHINee. Tur keliling juga dilangsungkan di Thailand dan RRC.

[sunting] Puncak kesuksesan: 2009

Pada Januari 2009, Girls' Generation merilis album mini Gee[5] Singel berjudul sama dari album Gee langsung menjadi lagu terpopuler di Cyworld pada hari berikutnya,[6] dan menempati urutan nomor satu semua tangga lagu digital dalam dua hari berikutnya.[7]
Dalam rangka promosi album Gee, mereka muncul dalam acara Show! Music Core bulan Januari 2009.[8] Mereka membawakan lagu "Gee" dan "Him Nae/Way To Go" yang juga berasal dari album mini Gee. Di tangga lagu M.Net, "Gee" menjadi pemegang rekor lagu nomor satu yang bertahan paling lama (8 minggu) mengalahkan "Nobody" dari Wonder Girls.[9][10] Girls' Generation menempati peringkat pertama 9 minggu berturut-turut dengan lagu "Gee",[11], sekaligus memecahkan rekor acara Music Bank di KBS yang sebelumnya dipegang oleh Jewelry dengan "One More Time" (7 minggu berturut-turut).[12]
Mereka kembali dengan singel baru mereka "Sowoneul Malhaebwa (Genie)" (bahasa Korea: "소원을 말해봐", "Tell Me Your Wish") yang dirilis secara digital, 22 Juni 2009.[13][14] Album mini ini menampilkan duet Jessica dan anggota Shinee yang bernama Onew.[15]

[sunting] 2010: Album kedua, Album kedua repackage, debut di Jepang dan Hoot

Pada bulan Januari, SM Entertainment mengonfirmasi bahwa Girls' Generation akan merilis album keduanya, Oh! pada tanggal 28 Januari.[16] Singel utama dari album tersebut yang berjudul "Oh!" dirilis secara digital pada 25 Januari disusul dengan video klipnya yang dirilis dua hari setelahnya.[17] Lagu tersebut langsung menduduki peringkat pertama dalam berbagai chart musik hanya dalam waktu beberapa saat setelah dirilis.[18] Dengan lagu "Oh!", Girls' Generation berhasil memenangi K-Chart 5 minggu berturut-turut pada acara KBS Music Bank, serta 3 kali kemenangan di SBS Inkigayo.[19] Video klip dari lagu tersebut juga sangat populer, terbukti dengan mendapat peringkat pertama sebagai video yang paling banyak ditonton pada tahun 2010 di Youtube Korea dan Hongkong, serta masuk jajaran 10 teratas di Taiwan dan Jepang.[20] Dan juga perilisan Second Album Repackage yang disebut juga Black Soshi, disitu mereka menampilkan Run Devil Run yang sedikit tayang pada MV Terakhir Oh!

[sunting] 2011: Mr. Taxi, album Jepang pertama dan The Boys

Album mini "Hoot" disertifikasi Gold oleh Record Industry Association of Japan dengan penjualan yang telah melebihi 100.000 kopi.[21] Pada awal tahun 2011, Girls' Generation mempersiapkan sebuah lagu baru berjudul "Visual Dreams", sebagai bagian dari promosi untuk prosesor Intel Core generasi kedua di Asia.[22] Video klip untuk "Visual Dreams" dirilis tanggal 17 Januari yang disertai berbagai macam kampanye promosi termasuk musik baru, video klip 2D dan 3D, situs internet, foto-foto dan display di toko-toko komputer.[23]
Pada pertengahan Januari diumumkan bahwa mereka akan akan kembali ke pasar musik Jepang dengan perilisan versi bahasa Jepang dari "Run Devil Run" sebagai singel digital, dijadwalkan untuk dirilis pada 25 Januari 2011.[24]
Tanggal 20 Januari, di Seoul Music Awards ke-20 mereka menerima penghargaan Artist of the Year, Bonsang prize, Popularity Award dan Hallyu Award. Dengan ini Girls' Generation menjadi satu-satunya artis di sejarah musik Korea selain Seo Taiji, Jo Sungmo dan H.O.T. yang berhasil memenangkan penghargaan Artist of the Year dua tahun berturut-turut di Seoul Music Awards. Mereka juga menjadi satu-satunya girl group dalam sejarah yang menerima penghargaan Artist of the Year di Seoul Music Awards, dan Melon Music Awards selama dua tahun berturut-turut. [25]
Girls' Generation menerima gelar Korea's No. 1 Power Celebrity dari Forbes Korea.[26] Mereka tampil di konser ulang tahun ke-50 stasiun televisi MBC, Korean Music Wave in Bangkok di Thailand pada 12 Maret 2011 yang menandai penampilan pertama mereka di Thailand sejak Pattaya Music Festival bulan Maret 2009.
Tanggal 8 Maret, Universal Music Japan memberikan informasi di situs resmi mereka tentang perilisan singel ketiga dan tur konser Jepang pertama Girls' Generation. Pada tanggal 27 April Girls' Generation akan merilis album singel Jepang ketiga "Mr. Taxi/Run Devil Run" yang di dalamnya terdapat lagu original berbahasa Jepang mereka yang pertama "MR. TAXI"[27] dan versi bahasa Jepang dari lagu Korea mereka "Run Devil Run". Sebagian keuntungan dari penjualan singel tersebut akan disumbangkan ke Palang Merah Jepang untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami Sendai 2011.[28] Saat itu diumumkan juga bahwa Girls' Generation akan menggeIar konser keliling Jepang bertajuk "The 1st Japan Arena Tour" yang akan dimulai di Osaka pada 31 Mei. Total sebanyak 14 konser di 6 kota akan berlangsung selama satu setengah bulan.[29]
Di 2011 MTV Video Music Aid Japan (VMAJ), Girls' Generation dinominasikan di tiga kategori yaitu "Best Group Video", "Best Video Of The Year" dan "Best Karaokee! Song".[30] Girls' Generation membawakan dua lagu di acara yang juga dihadiri oleh artis-artis terkenal dunia seperti Tokio Hotel dan Lady Gaga tersebut.[31] Pada tanggal 2 Juli, diumumkan bahwa mereka memenangkan dua dari tiga nominasi yaitu "Best Group Video" dan "Best Karaokee! Song" untuk "Genie".[32]
Tanggal 1 Juni 2011, mereka merilis album studio Jepang pertama yang bertajuk Girls' Generation. Album ini memuat 12 lagu termasuk singel "Genie", “Gee”, "Run Devil Run", "Mr. Taxi" dan versi Jepang dari "Hoot".[33]
Album Girls' Generation disertifikasi Platinum oleh Recording Industry Association of Japan pada 14 Juni 2011 dan Double Platinum pada 8 Juli 2011.[34][35] Grup ini juga mencetak rekor sebagai artis luar negeri dengan total penjualan album pertama tertinggi di Jepang. Girls' Generation adalah artis keempat yang mencapai posisi nomor 1 di chart album mingguan Oricon setelah BoA, TVXQ dan Big Bang,[36] dan menjadi artis Korea ketiga yang melewati angka penjualan 500.000 kopi setelah BoA dan TVXQ. Seiring dengan popularitas mereka yang semakin bertambah, Girls' Generation pun menjadi artis luar negeri berpenghasilan tertinggi di Jepang pada paruh pertama tahun 2011.[37] Album Girls' Generation telah terjual sebanyak lebih dari 629.436 keping, menjadikannya sebagai album oleh sebuah grup asal Korea yang paling banyak terjual dalam sejarah tangga lagu Oricon.
Belakangan ini, Girls' Generation sedang sibuk dengan tur Asia kedua mereka. Dua konser pertama telah diselenggarakan di Seoul pada 23 dan 24 Juli, diikuti dengan konser di Taipei, Taiwan tanggal 9, 10 dan 11 September, serta di Singapura pada 9 dan 10 Desember.
Girls' Generation dinamai "The Most Influential Entertainers in Korea" untuk tahun 2011 oleh SISA Press setelah pada tahun sebelumnya berada di posisi keenam.[38]
Pada tanggal 26 September 2011 S.M. Entertainment mengumumkan bahwa Girls' Generation akan kembali dengan album Korea ketiga mereka "The Boys. Foto teaser pertama yang menampilkan Taeyeon dirilis pada hari itu juga, disusul oleh Sunny dan Hyoyeon pada 27 September, Jessica, Sooyoung dan Tiffany pada 28 September serta Yoona, Yuri, dan Seohyun pada 29 September. Video teaser pertama untuk "The Boys" dirilis pada 1 Oktober 2011 melalui kanal YouTube milik S.M. Entertainment.[39]
Girls’ Generation pada awalnya dijadwalkan untuk merilis album ketiga "The Boys" lewat iTunes dan berbagai situs musik di Asia termasuk Korea pada 5 Oktober 2011. Namun pada 30 September diumumkan bahwa peluncuran album tersebut telah ditunda karena adanya diskusi tentang perilisan album ini di seluruh dunia, yang detailnya akan segera diungkap segera setelah tercapai kesepakatan.[40][41] Pada 10 Oktober dikonfirmasi bahwa album tersebut akan dirilis pada 19 Oktober 2011 dan Girls' Generation akan membawakan lagu "The Boys" untuk pertama kalinya di acara Music Bank di KBS pada 21 Oktober.[42]
Sebagai langkah pertama mereka dalam menembus pasar musik internasional, Girls' Generation menanda tangani kontrak dengan label Amerika Serikat Interscope Records yang merupakan anak perusahaan Universal Music Group.[43]
Singel utama album ketiga mereka, "The Boys" dirilis dalam dua bahasa yaitu Korea dan Inggris. Lagu tersebut diciptakan dan diaransemen oleh Teddy Riley yang pernah menjadi produser Michael Jackson.[44]
Hanya dalam waktu beberapa menit setelah "The Boys" dirilis, album tersebut langsung menduduki ranking pertama di berbagai tangga lagu situs musik. Pada tanggal 21 Oktober, Girls' Generation memulai promosi mereka untuk album ketiga dengan membawakan lagu "The Boys" dan "Mr. Taxi(Korean ver.)" di Music Bank. Girls' Generation dikonfirmasi akan merilis singel maxi (album mini) "The Boys" di Amerika Serikat pada 29 November, namun belakangan tanggal perilisan tersebut kemudian diundur sampai 25 Desember 2011.
Seminggu setelah penampilan comeback mereka, Girls' Generation memenangkan penghargaan pertama untuk "The Boys" di M! Countdown pada 27 Oktober, kedua di Music Bank pada 28 Oktober dan yang ketiga pada 30 Oktober di Inkigayo. The Boys terjual sebanyak 227.994 kopi selama 12 hari dan menjadi album yang paling banyak terjual di Korea Selatan untuk bulan Oktober.[45]
Pada tanggal 11 November dikabarkan bahwa Girls' Generation akan merilis buku foto resmi pertama mereka di Jepang yang berjudul “Holiday”. Selain itu dokumentasi tur konser Jepang pertama mereka akan tersedia baik dalam bentuk blu-ray maupun DVD dan akan dirilis pada 14 Desember.[46] "Holiday" menembus posisi no. 1 dalam kategori fotografi di chart penjualan buku di Jepang. Buku tersebut memuat koleksi foto mereka saat menikmati liburan, dan berhasil terjual lebih dari 17.000 eksemplar hanya dalam waktu satu minggu.[47] pada tanggal 29 November Girls' Generation tampil dalam acara M'Net Asian Music Award 2011 dengan menampilkan lagu The Boys dalam versi remix. Dalam acara itu pula Girls' Generation mendapatkan dua penghargaan sebagai Best Female Group dan Artist Of The Year.
Girls' Generation ikut berpartisipasi dalam album kompilasi "2011 Winter SMTown: The Warmest Gift" dengan lagu berjudul "Diamond". Album tersebut dirilis pada 13 Desember 2011.[48]

its goooddd !!!!



Apa yang Anda bayangkan ketika membaca sebuah buku motivasi? Berharap menemukan kalimat yang bertabur kata-kata mengesankan, sarat dengan penuturan dari sang pemberi motivasi? Lantas bagaimana dengan sebuah buku biografi yang cenderung meletihkan untuk dibaca? Kali ini, Alberthiene Endah akan mengantarkan pembaca untuk menyelami kehidupan seorang Merry Riana dengan tutur kata yang mengalir lancar dan tidak terkesan sebagai sebuah bacaan berat. Perempuan yang akrab disapa AE ini tidak sekedar mengisahkan perjuangan hidup yang menggugah dari seorang mahasiswa berkantong pas-pasan yang menimba ilmu di Nanyang Technology University (NTU), Singapura. Namun, AE juga berhasil memanifestasikan nilai-nilai kehidupan menjadi ramuan ampuh untuk menuju kesuksesan.
Merry Riana, sosok perempuan yang sukses menjadi miliuner dengan pendapatan lebih dari satu juta dolar di usia 26 tahun ini menjadi sosok yang menginspirasi. Pengusaha yang juga penulis buku best seller ‘A Gift from a Friend’, serta motivator yang dinamis ini menorehkan begitu banyak jurus kesuksesan berlandaskan pengalaman hidup yang dijalaninya. Namun siapa sangka ternyata Putri sulung berdarah tionghoa dari pasangan Ir. Suanto Sosrosaputro dan Lynda Sanian ini harus merasakan pahit getir kehidupan saat tragedi tahun 1998 di Indonesia. Keadaan yang mencekam saat itu membuat orangtua Merry khawatir dan nekat mengirim putri sulungnya itu ke Singapura dengan uang pas-pasan, serta berbekal uang pinjaman dari Development Bank of Singapore sejumlah 300 juta rupiah dalam kurs dolar Singapura. Dengan biaya finansial seadanya serta kemampuan bahasa inggris yang terbilang kurang, Merry harus rela meninggalkan tanah Ibu Pertiwi dan mengarungi masa perkuliahan yang menegangkan di negeri tetangga. Peristiwa Mei 1998 memang menorehkan jejak luka batin yang mendalam bagi banyak kalangan, termasuk Merry yang kala itu harus memupuskan keinginannya untuk menjalani pendidikan di Universitas Trisakti.
Setelah dipotong untuk biaya kuliah, biaya hidup, buku-buku, dan kebutuhan lainnya, Merry harus berjuang hidup dengan biaya hanya sepuluh dolar seminggu. Bayangkan uang sepuluh dolar selama tujuh hari dengan perbandingan harga sepiring nasi goreng dalam satu kali makan yang harganya dua dolar. Bisa Anda terka bukan bagaimana Merry harus melakukan pengiritan ekstra keras untuk tetap bertahan hidup. Pertemuannya dengan Alva Tjenderajasa, salah satu mahasiswa teknik Mesin di NTU yang juga berasal dari Indonesia menjadi sebuah penyeimbang baru di tengah kesulitan yang dihadapi Merry. Keduanya adalah perpaduan mengesankan sebagai partner yang saling melengkapi dalam perjuangannya membentuk masa depan.
AE menggiring pembaca untuk benar-benar menyelami kehidupan Merry saat terjebak pada kegagalan demi kegagalan mencari tambahan penghasilan, bekerja sebagai pembagi brosur, penjaga bunga hingga pelayan banquet saat pesta di ballroom hotel mewah. Tidak hanya itu, pupusnya harapan Merry dan Alva juga terjadi saat saat ingin mencari peluang lewat bisnis penjilidan skripsi, hingga batalnya kesempatan untuk menjadi distributor salah satu produk kesehatan, padahal sudah mengeluarkan biaya hingga 2250 dolar (sekitar 16 juta rupiah). Bisnis jual beli saham pun harus menelan kerugian mencapai 10.000 dolar (sekitar 70 juta rupiah). Kegagalan demi kegagalan tidak sungkan mampir dalam kehidupan Merry, namun sosok ini selalu mampu menjadikan kegagalan sebagai ruang bagi aktualisasi diri yang lebih baik. Dalam keadaan yang sulit, ia selalu berusaha menciptakan peluang.
AE menyisipkan kekuatan Merry dalam berbagai untaian kata yang menginspirasi tanpa bernada menggurui. Ada jalinan kata yang tidak kering karena AE menceritakannya lewat sinergi kehidupan dari pengalaman nyata Merry Riana. Di balik itu, Merry mampu menjembatani semua kesengsaraan yang dialaminya m enuju lautan kesuksesan, ia membuat banyak mata menatap ke arahnya dan percaya bahwa tekad serta keberanian yang gigih akan membuat apa yang selama ini diimpikan tidak akan pernah mustahil. Kreativitas, kerja keras dan mental yang kuat menjadi sebuah ramuan yang mampu menciptakan kesuksesan di tengah perjuangan yang begitu sulit.